
BSIP Kalbar Ikuti Seminar Hasil Percepatan Pembangunan Peternakan Kalimantan Barat Hari Pertama
Pontianak (17/12), Bidang Peternakan pada Dinas Perkebunan dan Peternakan Propinsi Kalimantan Barat menyelenggarakan Seminar Hasil Percepatan Pembangunan Peternakan yang berlangsung selama 2 hari yaitu 17-18 Desember 2024. BSIP Kalimantan Barat dalam kegiatan tersebut diundang untuk memberikan masukan dan penguatan materi sesuai dengan kompetensi dan kapasitas dalam kegiatan tersebut yang dalam hal ini diwakili oleh LM. Gufroni AR, S.Pt., MP.
Peserta kegiatan seminar terdiri dari 13 OPD Propinsi Kalimantan Barat, 19 OPD Kabupaten/Kota, lebih dari 15 pimpinan Perusahaan dan asosiasi peternakan, Perkebunan, Kepala Kantor Wilayah ATRIBPN Provinsi Kalimantan Barat, Kepala KSOP Pontianak, Kepala Balai Karantina Hewan , Ikan dan Tumbuhan Kalimantan Barat, Badan Pusat Statistik. Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas I Pontianak, Tim Kerja Kajian dan Penelitian Lingkup Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Barat, Tim Siska Collaborative Research and Dissemination (SCRD), dan Kepala LPPM Universitas Tanjungpura, 5 Dekan perguruan tinggi lainnya di Kalimantan Barat serta beberapa komunitas peternakan di Kalimantan Barat.
Pada hari pertama ini, beberapa saran yang disampaikan diantaranya terkait rasionalisasi nilai skor lahan seperti perkebunan dan hutan yang bisa dimanfaatkan oleh peternakan. Perlu penyesuaian definisi zona pengembangan dari kota perternakan-sentra -pusat menjadi lebih deterministik seperti Limited-Center-Development dengan definisi teknisnya. Untuk supplay demand diperlukan penjelasan koefisien proyeksi neraca produksi ternak sapi, kambing, ayam pedaging dan ayam kampung karena masih banyak yang negative. Untuk model supplay daging ayam diperlukan variable harga telur sebagai komplementernya. Untuk parameter peternakan di Kalimantan Barat, BSIP Kalbar merespon tingginya Feed Cost Ratio untuk ayam broiler dan Feed to Eggs Cost Ratio maka diperlukan perbaikan pemberian pakan dan monitoring pertumbuhan. Diperlukan juga data berat karkas per bangsa ternak untuk parameter teknis peternakan. Untuk penelitian tentang potensi pakan ternak diperlukan penjelasan lebih lengkap untuk simulasi potensi ternak dan ketersediaan pakan berdasarkan agroekosistem.
Tujuan Seminar Hasil Percepatan Pembangunan Peternakan adalah dalam rangka percepatan pembangunan peternakan berbasis investasi, melakukan inventarisasi dan dokumentasi perencanaan pembangunan peternakan, mempercepat peningkatan produksi lokal daging, susu dan telur untuk mendukung Program Makan dan Minum Bergizi. Diperlukan informasi ketersediaan dan daya dukung pakan, bahan pakan dan Tanaman Pakan Ternak. Program Integrasi Sapi Kelapa Sawit. Menyediakan data dasar analisis dinamika permintaan di dalam daerah, distribusi dan konsumsi, serta memperkuat pengolahan dan penyajian data kinerja peternakan di Kalimantan Barat.
Untuk mewujudkan tujuan tersebut, maka telah dilaksanakan Seminar Hasil Percepatan Pembangunan Peternakan mengenai Roadmap Penyediaan Sarana, Prasarana dan Infrastruktur Peternakan, Kaiian Potensi Pakan dan Bahan Pakan Berbasis Sumber Daya Lokal, Analisis Supply Demand Peternakan (Hewan dan Produk Hewan) serta Penyusunan Parameter Peternakan di Kalimantan Barat. Kegiatan penelitian ini telah dilaksanakan oleh tim Swakelola LPPM Universitas Tanjungpura.