
Koordinasi Luas Tambah Tanam (LTT) dan Pendampingan Brigade Pangan (BP) di Kabupaten Mempawah
Kamis (13/2), telah dilaksanakan koordinasi terkait dengan percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) dan Pendampingan Brigede Pangan di Kabupaten Mempawah, yang dilaksanakan di aula Kantor Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Mempawah.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Sesditjen TP (Dr. Akhmad Musyafak, S.P, M.P), Tenaga Ahli Menteri Pertanian (Dr. Ir. Pamuji Lestari, MSc), Wakil Ketua Satgas Swasembada Pangan Mabes TNI AD (Kolonel Arh Riksawan Ardhianto, S.IP), Kepala BPTP Pontianak (Andi Faisal, S.P., M.P), BSIP Kalimantan Barat (Sution, SP, MP), Sekretaris Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Mempawah (Irma Suryaningsih, SP), serta dihadiri juga oleh Kepala Bidang Tanaman Pangan dan kepala Bidang Peyuluhan Pertanian, Koodinator Penyuluh, serta beberapa perwakilan dari Kelompok Tani Brigade Pangan di Kabupaten Mempawah.
Dalam sambutannya Sekretrais Dinas Pertanian, ketahanan Pangan dan Perikanan sangat menyambut baik kehadiran team dari Kementerian pertanian untuk mendiskusikan terkait dengan langkah dan startegi dalam pencapaian target LTT terutama di Kabupaten Mempawah dan langkah untuk mendorong Brigade Pangan dalam melakukan MOU antara BP dengan poktan atau petani. Disampaikan bahwa kendala yang dihadapi petani di Kabupaten Mempawah akhir-akhir ini yaitu sebagian lahan sawah terdampak banjir. berdasarkan hasil identifikasi dilapangan terdapat 4.100 ha lahan sawah terdampak banjir sedangkan yang gagal panen atau puso 1.501 ha.
Sesditjen TP menyampaikan bahwa sekarang ini terdapat beberap program yaitu Oplah, Padi Gogo, dan Padi Reguler dengan asaran akhirnya adalah pengingakat produksi tanaman padi, karena target utama Kementerian Pertanian yaitu Swasembada Pangan. Oleh sebab itu di tingkat lapangan pelaporan harus dilakukan secara rutin agar tanaman yang ada dilapangan tercatat dengan baik. Terkait dengan Brigede Pangan di Kabupaten Mempawah yang belum melaksanakan MoU diharapkan segera dilaksanakan karena dalam mengajukan CPCL akan melampirkan MoU antara BP dengan Poktan. Berdasarkan hasil dikusi salah satu faktor yang meyebabkan belum terlaksanannya MoU antara BP dengan poktan atau petani yaitu permasalahan lahan yang sebagain petani sebagai pengarap.
Selanjutnya, dilakukan kunjungan dilapangan yang dilaksanakan di BP Maju Bersama di Desa Peniraman, Kecamatan Sungai Pinyuh. Informasi yang diperoleh dilokasi tersebut terdapat 8 Poktan dengan luas lahan sawah 250 ha, dengan IP 200, lokasi tersebut sudah mendapatkan Combine harvester.
Kemudian dilanjutkan kunjungan di BP Sinar Tani di Desa Peniti Luar, Kecamatan Jongkat. BP Sinar Tani terdiri dari 15 poktan dengan laus lahan Oplah 200 ha. Pertemuan dilaksanakan di Kantor Desa Peniti Luar. Informasi yang diperoleh bahwa dilokasi BP Sinar Tani Indeks Pertanaman 100, permasalahan yang dihadapi dilapangan yaitu perlu perbaikan saluran sugai hitam, karena saat ini sungai tersebut sumbat yang jarang dilewati oleh masyarakat, meyebabkan lahan sawah terendam sehingga sulit ditanami terutama pada musim hujan.