
Rakor OPLAH 2024-2025 dan Penguatan Brigade Pangan di Kabupaten Sintang dan Melawi
Sabtu (14/12), Kepala Balai (Anjar Suprapto, S.T.P., M.P) selaku PJ Oplah Kab Sintang melakukan Rapat Koordinasi OPLAH 2024-2025 dan Penguatan Brigade Pangan bagi Kab Sintang dan Melawi. Turut hadir Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Lingkungan Pertanian (Dr. Ir. Prihasto Setyanto, M.Sc.), Kepala PSI TP (Dr. Ir. Ladyani Retno Widowati, M.Sc.), Kabid PSP Dinas TPH Prov Kalbar (Masudi, SP, MP.), Kepala BPTP Pontianak (Andi Faisal, SP, MP.), Kodim 1205/Sintang, Kapolres, Kepala Distanbun Sintang, Kepala DKPP Melawi, dan Koordinator BPP di wilayah Oplah serta Brigade Pangan Kab Melawi dan Sintang.
Tahun 2024 Kab Sintang mendapat target Oplah seluas 571 ha dan telah terbentuk 3 Brigade Pangan. Melihat potensi lahan. Sedangkan, Kab Melawi mendapat target Oplah seluas 900 ha dan telah terbentuk 5 Brigade Pangan. Melihat potensi sawah di Kab Sintang dan Melawi yang cukup luas dapat didorong potensi lahan untuk pertanaman padi mendukung peningkatan produksi. Selain itu, sebagian besar lahan di Melawi juga didorong untuk pertanaman padi gogo. Dinas Pertanian Sintang dan Melawi berkomitmen untuk mendukung kegiatan Oplah dan swasembada pangan.
Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Lingkungan Pertanian menjelaskan kembali terkait penugasan swasembada pangan berdasarkan Kepmentan RI Nomor 654 Tahun 2024. Beliau juga menyampaikan terkait penguatan Brigade Pangan dalam Oplah 2024-2025, dimana keterlibatan petani muda mendorong pertanian dari hulu hingga ke hilir. Bantuan berupa alsintan dan saprodi (benih, pupuk, pestisida) akan diserahkan kepada Brigade Pangan dalam mengelola lahan Oplah masing-masing dengan luasan lebih kurang 200 ha. Dalam hal ini, beliau menegaskan peningkatan IP dari 1 menjadi 2 dan 2 mendukung 3 mendukung terwujudnya swasembada pangan.
"Alsintan nantinya boleh disewakan apabila pengolahan lahan Oplah seluas 200 ha telah diselesaikan. Brigade Pangan juga didorong untuk dapat memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) karena program ini dapat memberikan solusi pembiayaan yang terjangkau dan tidak memberatkan sebagai modal biaya operasional, pemeliharaan, dan sebagainya," tambahnya.
Melalui pertemuan ini, harapannya pelaksanaan Oplah di Kab Sintang dan Melawi dapat terealisasi dengan baik mencapai target mendukung peningkatan produksi padi khususnya di Kalbar. Selain itu, peran serta petani muda sebagai upaya regenerasi petani juga didorong tidak hanya melakukan penanaman/budidaya padi secara tradisional, tetapi sudah modern dengan menerapkan alsintan dan terjalin penguatan manajemen agribisnis.