
Rakor OPLAH Tahun 20242025 dan Penguatan Brigade Pangan di Kabupaten Sambas dan Bengkayang
Peningkatan produksi padi nasional terus digencarkan pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan di Provinsi Kalimantan Barat salah satunya melalui kegiatan Optimalisasi Lahan Rawa (OPLAH). Untuk itu Kamis (19/12), Kepala BSIP Kalbar (Anjar Suprapto, S.T.P., M.P.) mendampingi Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Lingkungan Pertanian (Dr. Ir. Prihasto Setyanto, M.Sc) dan Wakil Koor Pelaksana Satgas Swasembada Pangan Kalbar (Kolonel Arh. Riksawan Ardhianto, S.I.P.) mengikuti Rapat Koordinasi OPLAH 2024 - 2025 dan Penguatan Brigade Pangan di Kabupaten Sambas. Turut hadir Direktur PPHP Kementan (Hotman F. Simanjuntak, ST, MM), Direktur BBPPTP Surabaya (Ir. Tommy Nugraha, MM), Kepala BBPP Batu (Roby Darmawan, M.Eng), Kepala BPTP Pontianak (Andi Faisal, SP, MP.), Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Prov Kalbar (Ir. Florentinus Anum, M.Si.), Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kab Sambas (A. Mubarak, S.T.P., M.Si.) dan Kepala Dinas pangan, Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bengkayang (Dr. Yulianus, S. Hut., M. Si.) serta PPL wilayah Oplah serta Pendamping dan Tim Brigade Pangan wilayah Kab Sambas dan Bengkayang.
Berdasarkan Kepmentan RI Nomor 654 tahun 2024, Kab Sambas mendapat target Oplah 15.000 ha dengan target Brigade Pangan (BP) 75 dan di tahun 2025 Oplah seluas 11.413 ha dengan target 57 BP. Sedangkan, untuk Kab Bengkayang di tahun 2024 mendapat target Oplah 500 ha dengan target 3 BP. Oplah ini didorong sebagai upaya pemerintah untuk peningkatan produksi dalam mencapai swasembada pangan dengan melakukan optimasi seluruh sumber daya lahan yang tersedia dengan dukungan SDM yang kompeten melalui Brigade Pangan.
Staf Ahli Mentan Bidang Lingkungan Pertanian (Dr. Ir. Prihasto Setyanto, M.Sc.) menyampaikan agar seluruh instansi/stakeholder terkait dapat bersinergi mencapai target Oplah bagi Kab Sambas dan Bengkayang sebagai upaya Pemerintah dalam meningkatkan produktivitas padi mendukung swasembada pangan. Pembentukan Brigade Pangan didorong dapat terjalin melalui penguatan manajemen agribisnis, peran serta petani muda/milenial, serta penerapan dan pemanfaatan penggunaan alsintan.
Melalui pertemuan ini, diharapkan adanya peningkatkan indeks pertanaman (IP) dari 100 ke 200 maupun 200 ke 300 dengan melibatkan peran aktif petani muda mendorong regenerasi petani dan menjamin keberlanjutan sektor pertanian di Kabupaten Sambas dan Bengkayang.