
Rapat Koordinasi Progres OPLAH Tahun 2024 dan Persiapan OPLAH Tahun 2025 di Kabupaten Sanggau
Sanggau (30/11), bertempat di Aula pertemuan Kodim 1204 Kabupaten Sanggau dilaksanakan Rapat Koordinasi Progres OPLAH tahun 2024 yang dihadiri oleh Staf Ahli Menteri Bidang Lingkungan Hidup (Dr. Ir. Prihasto Setyanto, M.Sc.), Sekretaris Ditjen TP Kementan (Dr. Akhmad Musyafak, S.P, M.P), Wakil Ketua Satgas Swasembada Pangan Mabes TNI AD (Kolonel Arh. Riksawan Ardhianto, S.IP), Kepala Dinas TPH Propinsi Kalbar (Ir. Florentinus Anum, M.Si), Kepala BSIP Kalbar (Anjar Suprapto, S.TP, M.P), Dandim 1204 Sanggau, Kepala DKPTPHP beserta Kepala Bidang Kabupaten Sanggau, Koodinator BPP, penyuluh, Gapoktan, Manager Brigade Pangan dan KTNA Kecamatan Tayan Hilir.
Kegiatan diawali dengan melakukan koordinasi bersama PJ Bupati Sanggau (Suherman, S.H., M.H) mengucapan terimakasih atas dukungan program Kementerian Pertanian yang masuk di Kabupaten Sanggau khusunya kegiatan optimalisasi lahan (OPLAH) seluas 1.500 ha di Kabupaten Sanggau, harapannya program ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh petani sehinggga dapat meningkatkan produktivitas padi di Kabupaten Sanggau.
Sambutan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan Hortikultura dan Perikanan Kabupaten Sanggau menyampaikan bahwa kegiatan Optimasi Lahan di tahun 2024 ini akan terselesaikan 100%. Kami berharap dengan hadir langsung bapak staf ahli Kementrian Pertanian ini, Manager BP, Penyuluh dan petani dapat berdiskusi langsung.
Sambutan dan Arahan Koordinator pelaksana Satgas Swasembada Pangan Provinsi Kalimantan Barat (Brigjen TNI Putra Widiastawa) bahwa Kabupaten Sanggau bisa meningkatkan Swasembada pangan, tetap jaga semangat dan terus bersinergi, jadikan kebutuhan pangan kita surplus bukan saja ditingkat kabupaten tetapi juga ditingkat provinsi.
Pemaparan materi oleh Sekertaris Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI Selaku PJ Kabupaten (Dr. Ahmad Musyafak, SP.MP) bahwa beberapa hal yang perlu dilakukan oleh kabupaten yaitu melakukan pendataan pertanaman pada Poktan/Gapoktan untuk mendata Indeks Pertanaman sebelum dilakukan nya Kegiatan OPLA sehingga kita dapat melihat peningkatan setelah terealisasinya Kegiatan Optimasi Lahan.
Selanjutnya dilakukan sesi diskusi bersama 10 BP yang terbentuk, gapoktan mitra BP dan Penyuluh serta para koodinator BPP yang hadir. Disampaikan bahwa kendala yang dihadapi yaitu tingginya alih fungsi lahan sawah untuk perkebunan, sebagian besar lahan sawah masuk dalam areal kawasan apakah diperbolehkan masuk kegiatan OPLAH, jika hasil BP untuk pemasaran seperti apa nantinya, dalam kegiatan BP ini menggunakan teknologi mekanisasi namun jika dilihat dilapangan tidak semua alat mesin pertanian dapat digunakan di lokasi sawah di Sanggau ini.
Sambutan dan Arahan Tim Ahli Menteri Bidang Lingkungan Pertanian Kementerian Pertanian RI selaku PJ Optimasi Lahan Kalimantan Barat ( Dr.IR. Prihasto Setyanto, M.Sc ) kenapa ada program Brigade Pangan ini Sedikit Flasback, kita mengalami kondisi Elnino di akhir tahun 2023. Kita mangalami kekurangan Cadangan beras, sehingga dengan terpaksa Negara Indonesia mengimpor untuk tetap menjaga Cadangan beras kita.