
Rapat Koordinasi Progres Optimalisasi Tahun 2024 dan Persiapan Optimasi Lahan Tahun 2025 di Sekadau
Minggu (1/12), bertempat di Gedung PKK Kab. Sekadau, berlangsung Rakor Progres Oplah 2024 dan Persiapan Oplah 2025 yang dihadiri oleh Staf Ahli Menteri Bidang Lingkungan Kementerian Pertanian, Ketua Koordinator Pelaksana Satgas Swasembada Pangan Mabes TNI AD, Wakil Ketua Pelaksana Satgas Swasembada Pangan, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Propinsi Kalbar yg diwakili oleh Kepala UPTPH Prop Kalbar (Anton Kamaruddin, SP, M.Si), Kepala BSIP Kalbar, Dandim 1204 Sanggau beserta jajarannya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kab. Sekadau beserta jajarannya (Sekretaris Dinas, Kabid Ketahanan Pangan, Kabid TPH, Kabid PSP, Kabid Peternakan, Kabid Perikanan, Kabid Perkebunan dan beberapa staf bidang PSP), Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kab. Sekadau, Kapolres Kab. Sekadau, Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di 7 kecamatan di Kab. Sekadau, penyuluh pendamping Brigade Pangan (BP), Babinsa pendamping BP, 8 Manager BP di Kab. Sekadau, dan 8 Gapoktan mitra BP di Kab. Sekadau.
Acara dibuka oleh Kepala DKP3 Kab. Sekadau (Drs. Sandae, M.Si), dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa kegiatan Rakor merupakan momentum yg tepat sbg langkah awal di Tahun 2025 meskipun sekarang sedang di penghujung tahun 2024. Terutama dengan adanya Brigade Pangan, kita optimis Sekadau akan swasembada pangan. "Lokasi Oplah Sekadau sebanyak 1550 Ha saat ini sudah tertanami semua, meskipun rata-rata masih IP 100, tetapi sudah banyak juga yang IP 200-250, dengan didukung SID tersedia dan bangunan fisik yang sudah terealisasi menurut SID, diharapkan peningkatan produksi menjadi lebih tinggi dari sebelumnya, hanya saja terdapat masalah tentang proses SID yg lambat sehingga berpengaruh kepada penanaman yang agak terlambat pula, tetapi masalah tersebut tidak terlalu menghambat", tambahnya.
Selanjutnya Laporan dari Penanggungjawab Kab. Sekadau (Kepala BPSIP Kalbar) Anjar Suprapto, STP, MP. Dalam laporannya disampaikan bahwa BPSIP Kalbar diberi tanggungjawab sbg PJ Kabupaten yaitu di 3 Kab yg ada di Kalbar (Kab. Kubu Raya, Sintang dan Kab. Sekadau) dalam kegiatan Oplah menuju swasembada pangan. Khusus untuk Sekadau, ada 8 BP yang terbentuk karena luas Oplahnya 1550 ha, dan 1 BP mengelola 200 ha. Untuk itu diharapkan kerjasama dan sinergitas dari semua pihak, karena kita semua sebenarnya termasuk dalam satgas pangan.
Arahan dari Staf Ahli Menteri Bidang Lingkungan Pertanian selaku PJ Oplah Kalbar (Dr. Ir. Prihasto Setyanto, M.Sc). Beliau menyampaikan latar belakang Program Oplah dan dibentuknya Brigade Pangan. "Dunia sedang krisis pangan, bukan Indonesia saja, sehingga negara-negara pengekspor pangan dalam hal ini beras, menahan untuk tidak mengekspor karena harus menjaga kebutuhan pangan rakyatnya. Indonesia dianugerahi alam yang sangat mendukung di bidang pertanian, harusnya mengekspor bukan impor, dan Bapak presiden yang sekarang memberi tugas kepada Menteri Pertanian kita agar bis swasembada pangan dalam waktu 4 tahun ke depan, tetapi Pak Menteri optimis swasembada pangan dapat tercapai dalam 3 tahun ke depan melalui Brigade-brigade pangan," tambah beliau.
Sementara itu, Kajari dan Kapolres Kab. Sekadau juga sangat mendukung penuh upaya-upaya dalam pencapaian swasembada pangan di Kab. Sekadau, beliau-beliau siap mengerahkan anggota untuk mengawal kegiatan, baik dalam bentuk fisik maupun regulasi.
Indonesia Maju Mandiri Modern dan berswasembada Pangan Berkelanjutan