
Rapat Optimalisasi Lahan dan Pendampingan Brigade di Kabupaten Landak
Ngabang (29/11), menindaklanjuti Keputusan dari Menteri Pertanian RI nomor 654/Kpts/OT. 050/M/11/2024 tentang satuan tugas swasembada pangan di Kalimantan Barat telah dilakukan Rakor Optimalisasi Lahan dan Swasembada Pangan serta pendampingan Brigade Pangan di Kabupaten Landak. Rakor OPLAH dan pendampingan Brigade dilaksanakan di Aula pertemuan Dinas Pertanian Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Landak yang dihadiri Staf Ahli Menteri Bidang Lingkungan Hidup (Dr. Ir. Prihasto Setyanto, M.Sc.), Sekretaris Ditjen TP Kementan (Dr. Akhmad Musyafak, S.P, M.P), Wakil Ketua Satgas Swasembada Pangan Mabes TNI AD (Kolonel Arh. Riksawan Ardhianto, S.IP), Kepala Dinas TPH Propinsi Kalbar (Ir. Florentinus Anom, M.Si), Kepala BSIP Kalbar (Anjar Suprapto, S.TP, M.P), Dandim 1210 Landak, Kepala DPPKP beserta Kepala Bidang, Kepala BPP Landak, penyuluh, Gapoktan, Manager Brigade Pangan.
Rangkaian kegiatan diawali melakukan koordinasi bersama PJ Bupati Landak (Dr. Gutmen Nainggolan, S.H,M.H) yang menyambut baik dan berterima kasih atas dukungan Kementerian Pertanian melalui kegiatan optimalisasi lahan (OPLAH) yang telah dilaksanakan seluas 2.000 ha di Kabupaten Landak dan beliau berharap adanya kerjasama yang baik antar stakeholder pusat dan daerah dalam mendukung program pencapaian swasembada pangan, khususnya di Kabupaten Landak sebagai salah satu sentra produksi padi di Kalbar.
Rakor OPLAH dan swasembada pangan dibuka oleh Kepala DPPKP Kabupaten Landak yang memaparkan tentang Progres kegiatan OPLAH di 9 Kecamatan, telah terbentuk 10 Brigade Pangan Kabupaten Landak dan realisasi LTT padi periode nopember seluas 13.993 ha serta SDM Penyuluh di Kabupaten Landak yang saat ini setiap desa sudah memiliki tenaga penyuluh pertanian.
Acara dilanjutkan dengan arahan staf Ahli Menteri Bidang Lingkungan hidup (Dr. Ir. Prihasto Setyanto, M.Sc) yang memaparkan tentang satuan tugas swasembada pangan yang telah dibentuk melalui keputusan Menteri Pertanian, dimana beliau ditunjuk sebagai penanggung jawab kegiatan. Dalam hal ini dipaparkan bahwa program utama Kementerian Pertanian adalah swasembada pangan pada tahun 2027, saat ini pencapaian swasembada pangan ditempuh melalui dua cara yaitu ekstensifikasi dan intensifikasi. Intensifikasi dimulai pada peningkatan Indeks pertanaman (IP) pada lokasi OPLAH yang telah dilaksanakan 2024 di Kalimantan Barat seluas 39.153 ha, yang nantinya diharapkan pada lokasi OPLAH peningkatan IP bisa dilakukan dengan adanya kerjasama Kemitraan dengan Brigade Pangan yang telah dibentuk melibatkan petani milenial melalui modernisasi pertanian.
Lebih lanjut Bapak Dr. Akhmad Musyafak, S.P, M.P (Sekretaris Ditjen TP) memaparkan materi tentang Pembentukan dan Pola kemitraan Brigade Pangan OPLAH yang telah terbentuk diharapkan bisa terjalin kekompakan dan penguatan manajemen agribisnis yang nantinya ada 3 alternatif pola kemitraan yang bisa dibangun di BP OPLAH yaitu garap lahan tahunan, garap lahan musim gadu dan kerjasama operasional agribisnis. Pada sesi materi juga ditampilkan analisa usahatani padi untuk mengetahui kelayakan usahatani padi yang menguntungkan sehingga sebagai panduan BP yang telah terbentuk dalam managemen agribisnis.
Selanjutnya dilakukan sesi diskusi bersama 10 BP yang terbentuk dan gapoktan mitra BP serta para Kepala BPP dan penyuluh yang hadir menyampaikan harapan perlu adanya pendampingan dari Kementerian Pusat dalam pelatihan SDM milenial BP dan penyuluh dalam managemen agribisnis, operasional alsintan serta kelembagaan ekonomi agar BP yang terbentuk dibekali dengan kemampuan pengetahuan SDM yang memadai.
Sebelum menutup acara diakhiri arahan oleh Kepala BSIP Kalimantan Barat (Anjar Suprapto, STP, MP.) yang menyampaikan agar pelaporan data OPLAH serta bantuan Program Kementerian Pertanian yang ada di Kabupaten Landak bisa terlaporkan dengan baik dan setiap program yang ada dilaksanakan dengan baik karena sangat bermanfaat dalam mendukung peningkatan produksi padi dan terwujudnya swasembada pangan berkelanjutan. Ditambahkan oleh Wakil Ketua Satgas Swasembada Pangan Mabes TNI AD (Kolonel Arh. Riksawan Ardhianto, S.IP) sesuai dengan penugasan yang diberikan selalu siap dan bekerjasama dengan stakeholder yang ada dalam mewujudkan swasembada pangan di Kalimantan Barat.