
Rapat Optimalisasi Lahan dan Pendampingan Brigade di Kabupaten Mempawah
Mempawah (28/11), sebagai tindaklanjut dari Keputusan Menteri Pertanian nomor 654/Kpts/OT. 050/M/11/2024 tentang satuan tugas swasembada pangan di Kalimantan Barat dilakukan Rakor koordinasi progres optimalisasi lahan tahun 2024, persiapan lahan tahun 2025 serta swasembada dan ekspor beras di Kalimantan Barat bertempat di Aula Dinas Pertanian, Ketahan Pangan, dan Perikanan Kabupaten Mempawah.
Rakor tersebut dihadiri oleh Staf Ahli Menteri Bidang Lingkungan Hidup (Dr. Ir. Prihasto Setyanto, M.Sc.), Sekretaris Ditjen TP Kementan (Dr. Akhmad Musyafak, S.P, M.P), Wakil Ketua Satgas Swasembada Pangan Mabes TNI AD (Kolonel Arh. Riksawan Ardhianto, S.IP), Kepala Dinas TPH Propinsi Kalbar (Ir. Florentinus Anom, M.Si), Kepala BSIP Kalbar (Anjar Suprapto, S.TP, M.P), Dandim 1201 Mempawah, Kepala DPKPP Mempawah beserta jajarannya, koordinator penyuluh di kecamatan lokasi OPLAH, 10 manager Brigade Pangan (BP), dan 10 Gapoktan Mitra BP. Turut hadir dalam rakor, Wakil Ketua Satgas Swasembada Pangan Mabes TNI AD (Kolonel Arh. Riksawan Ardhianto, S.IP). Beliau menyampaikan bahwa TNI AD selalu siap untuk membantu dan bekerjasama dengan stakeholder yang ada dalam mewujudkan swasembada pangan sesuai yang ditargetkan oleh Bapak Presiden. Hal senada turut disampaikan oleh Dandim 1201 Mempawah.
Rakor dibuka oleh Kepala DPKPP Kabupaten Mempawah yang memaparkan tentang Progres kegiatan OPLAH di 3 Kecamatan, dimana pada saat ini hanya tinggal 600 ha saja dari target 4.900 ha, kontruksi fisik yang belum selesai. DPKPP Mempawah optimis dapat menyelesaikan seluruh konstruksi pada tahun 2024. Beliau juga menyampaikan bahwa saat ini telah terbentuk 25 Brigade Pangan di 3 lokasi OPLAH kecamatan tersebut. Beliau berterima kasih atas dukungan Kementerian Pertanian bagi pertanian di Kabupaten Mempawah. Beliau juga mengharapkan pertanian modern dapat dicapai oleh Kabupaten Mempawah dengan dukungan dari berbagai pihak.
Arahan dari staf Ahli Menteri Bidang Lingkungan hidup (Dr. Ir. Prihasto Setyanto, M.Sc) yang memaparkan tentang satuan tugas swasembada pangan yang telah dibentuk melalui keputusan Menteri Pertanian, sebagai tindak lanjut dari arahan Presiden tentang target swasembada pangan. Beliau menyampaikan optimisme Bapak Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, saat berkunjung ke Sambas pada tanggal 21 November 2024. Beliau juga menjelaskan bahwa Kementerian Pertanian telah mentargetkan swasembada pangan pada tahun 2027. Adapun salah satu cara untuk mencapai target tersebut ialah melalui peningkatan Indeks Pertanaman (IP) atau intensifikasi lahan menjadi tiga kali tanam dalam setahun. Peningkatan IP Intensifikasi diharapkan dapat segera dimulai di lokasi OPLAH yang telah dilaksanakan 2024 di Kalimantan Barat seluas 39.153 ha. Sebagai bentuk dukungan bagi peningkatan IP, kementerian pertanian akan memberikan bantuan berupa alsintan maupun saprodi khususnya bagi pertanaman yang ditanam di luar musim tanam eksisting. Penyaluran bantuan tersebut akan dikelola melalui brigade pangan yang telah terbentuk. Oleh karena itu Beliau mengingatkan pentingnya tertib administrasi dalam setiap hal berkenaan dengan Brigade Pangan agar tidak terjadi masalah di masa mendatang.
Menegaskan lebih lanjut mengenai peran BP, Bapak Dr. Akhmad Musyafak, S.P, M.P (Sekretaris Ditjen TP) menjelaskan tentang Pola kemitraan Brigade Pangan OPLAH yang dapat diterapkan oleh BP dengan Gapoktan Mitra. Adapun 3 alternatif pola kemitraan yang bisa dibangun di BP OPLAH yaitu garap lahan tahunan, garap lahan musim gadu dan kerjasama operasional agribisnis. Pola kemitraan yang ada diharapkan dapat memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak. Diharapkan kekompakan dan Kerjasama yang baik dapat dilakukan oleh kedua belah pihak untuk mencapai tujuan bersama. Beliau juga menegaskan lebih lanjut, dalam upaya untuk mencapai swasembada pangan, perlu dilakukan strategi yang tepat diantaranya peningkatan IP. Oleh karena itu, diperlukan data mengenai Indeks Pertanaman eksisting dan perencanaan jadwal tanam sehingga musim tanam tiga kali setahun dapat dicapai. Data tersebut diharapkan dapat terkumpul pada minggu pertama desember. Adapun data tersebut akan dijadikan sebagai acuan dalam penyediaan bantuan saprodi sehingga diharapkan ke depannya bantuan tersebut dapat datang tepat waktu.
Sebelum acara ditutup, Kepala BSIP Kalimantan Barat (Anjar Suprapto, STP, MP.) menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya bagi Kabupaten Mempawah sebagai Kabupaten pertama yang memulai kegiatan konstruksi OPLAH se Kalimantan Barat. Selain itu, Kabupaten Mempawah juga merupakan kabupaten yang paling sering dikunjungi oleh tamu-tamu baik pusat maupun daerah berkenaan kegiatan OPLAH. Apresiasi juga disampaikan kepada TNI AD yang telah sigap membantu terlaksananya OPLAH di Kabupaten Mempawah. Berkat kerjasama yang baik dari berbagai pihak, OPLAH di Kabupaten Mempawah dapat berjalan dengan baik. Beliau mengharapkan Kerjasama yang baik antar stakeholder dapat terjalin seterusnya demi tercapainya swasembada pangan.