
Tim Satgas Swasembada Pangan Provinsi Kalbar Lakukan Koordinasi & Sinkronisasi Data
Sebagai tindak lanjut hasil rapat dan persiapan Oplah Kalimantan Barat 2025, Sabtu (7/12), Kepala Balai (Anjar Suprapto, S.T.P., M.P.) mengikuti Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Data Oplah Kalbar bertempat di Aula Rapat Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Prov Kalbar. Dalam pertemuan ini, turut hadir Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Lingkungan Pertanian (Dr. Ir. Prihasto Setyanto, M.Sc.), Wakil Koor Pelaksana Satgas Swasembada Pangan Kalbar (Kolonel Arh. Riksawan Ardhianto, S.I.P.), Sekretaris Ditjen TP Kementan (Dr. A. Musyafak, SP, MP.), Direktur PPHP Kementan (Hotman F. Simanjuntak, ST., MM.), Kepala BBPPTP Surabaya (Ir. Tommy Nugraha, MM.), Kepala BBPP Batu (Roby Darmawan, M.Eng.), Kepala PSI TP (Dr. Ir. Ladyani Retno Widowati, M.Sc.), Kepala BPTP Pontianak (Andi Faisal, SP, MP.), KPA Oplah 2024 Kalbar (Bader Sasmara, S.Hut., MMA.), Sekretaris DKPP Kubu Raya (Ir. Farida), Kabid TP Distan KP Sambas (Apriadi, SP, MP.), Kepala Bidang PSP DKPP Kubu Raya, Konsultan SID OPLAH 2024 (UNTAN Pontianak), BWS Kalimantan 1 Pontianak, dan Dinas PUPR Prov Kalbar.
Dalam hal ini, Koor Pelaksana Satgas Swasembada Pangan Kalbar (Kolonel Arh. Riksawan Ardhianto, S.I.P.) menyampaikan agar Tim Satgas Kalbar saling mendukung dan bersinergi dalam mensukseskan program pemerintah mewujudkan swasembada pangan, untuk itu setiap data maupun informasi yang disampaikan untuk dapat diverifikasi dilapangan agar program Oplah Kalbar 2025 ini bisa berjalan dengan baik.
Dari hasil pertemuan, disampaikan agar Tim PJ Kab/Kota mendampingi Brigade Pangan agar segera melalukan identifikasi CP/CL untuk pelaksanaan SID dengan ketentuan IP harus 1, proses verifikasi CP/CL dikoordinir bersama PJ terkait dengan melampirkan data dukung berupa peta wilayah dan data tabuler. Sinkronisasi data oleh Dinas Pertanian Kab/Kota dan BWS K1 agar tepat lokasi dan sasaran program. Kalimantan Barat ditahun 2025 ditargetkan untuk mencapai IP 2,5 sehingga pekerjaan kontrak diharapkan bisa selesai bulan Maret dan segera tanam. Siapkan timeline pekerjaan Oplah untuk mengejar IP 2,5 di Kalimantan Barat.
"Oplah Kalbar, Pasti Bisa... Bisa... Bisa!"